HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPATAN KELUARGA DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN (Studi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara)

Detail Cantuman

Text

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPATAN KELUARGA DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN (Studi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara)

XML

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM STUDI GIZI DAN DIETETIKA
PROGRAM SARJANA TERAPAN
TAHUN 2022
ABSTRAK
Skripsi
AHMAD MUNADI
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPATAN KELUARGA DAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN (Studi di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan Kabupaten Hulu Sungai Utara)
(Rijanti Abdurrachim, DCM., M.Kes)
x + 89 halaman + 15 tabel + 2 gambar + 8 lampiran
Stunting merupakan masalah gizi jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi dalam tubuh anak sehingga pertumbuhan terhambat dan tidak sesuai usianya. Prevalensi stunting Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2020 masih diatas 31% dan wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2021 yaitu 21,7% sedangkan target RPJMN tahun 2024 yaitu 14%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan berat badan lahir rendah dengan kerjadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.
Jenis penelitian ini observational analitik dengan pendekatan metode case control. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kecamatan Sungai Tabukan bulan Januari-Maret 2022. Populasi pada penelitian ini Ibu yang mempunyai balita stunting dan normal usia 24-59 bulan dengan sampel sebanyak 70 balita terbagi dari 35 balita stunting sebagai kasus dan 35 balita normal sebagai kontrol menggunakan teknik Purposive sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu stunting tergolong kurang kelompok kasus 85,7% dan kelompok kontrol 62,8%, pendapatan keluarga stunting yang rendah kelompok kasus 77,1% dan pendapatan tinggi pada kelompok kontrol 68,6%, dan berat badan lahir balita stunting BBLR pada kelompok kasus 8,6% dan tidak BBLR pada kelompok kontrol 100%. Ada hubungan pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting.
Pihak puskesmas diharapkan meningkatkan intensitas penyuluhan tentang stunting disetiap kegiatan posyandu dengan bantuan media leaflet kepada ibu balita supaya dapat mengetahui mengenai kejadian stunting dan dapat mencegah kejadian stunting dengan gizi seimbang.
Kata Kunci : Pengetahuan, Pendapatan, Pengeluaran, BBLR, Kejadian Stunting
Daftar Pustaka : 126 (1990-2021)


Detail Information

Item Type
Penulis
AHMAD MUNADI - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Gizi : Banjarbaru.,
Edisi
Subyek
No Panggil
612.3
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail