IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO BAHAYA PADA PEKERJA DI UNIT PRODUKSI PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT PT. X KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2022

Detail Cantuman

CD room

IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO BAHAYA PADA PEKERJA DI UNIT PRODUKSI PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT PT. X KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2022

XML

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM STUDI SANITASI
PROGRAM DIPLOMA III
KESEHATAN LINGKUNGAN
TAHUN 2022

ABSTRAK

Karya Tulis Ilmiah

FABILLAH PUTRI NASUTION
IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO BAHAYA PADA PEKERJA DI
UNIT PRODUKSI PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT PT. X
KABUPATEN TANAH LAUT TAHUN 2022
(Arifin, S.KM, M.Kes; Dr. H. Juanda, S.KM, M.Kes)
xiv + 54 Halaman + 8 Tabel + 4 Gambar + 11 Lampiran

Proses produksi kelapa sawit dalam kegiatannya menggunakan mesin yang
berpotensi menimbulkan bahaya faktor fisik kebisingan dan iklim kerja, selain itu
faktor fisik pencahayaan sangat diperlukan didalam proses produksi, karena
kurangnya cahaya dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. PT. X merupakan
perusahaan yang bergerak pada sektor minyak kelapa sawit. Tujuan dari penelitian
ini adalah mengidentifikasi dan mitigasi risiko bahaya faktor fisik pada pekerja di
unit produksi pabrik minyak kelapa sawit PT. X Kabupaten Tanah Laut tahun 2022.

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan desain
cross sectiona. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pekerja di unit produksi
minyak kelapa sawit yang berjumlah 44 orang, dengan sampel berjumlah 31 orang.

Didapatkan hasil karakteristik pekerja berumur tua 21 orang (68%), pekerja
telah lama bekerja 25 orang (81%), dan pekerja dengan tingkat pendidikan
menengah 25 orang (81%). Risiko bahaya yang melebihi NAB. Kebisingan pada
tahapan pengepresan (86,53 dBA), nut dan kernel (92,40 dBA). Risiko bahaya iklim
kerja pada tahapan pensortiran (31,4°C), perebusan (29,6°C), bantingan (30,2°C),
pengepresan (32,6°C), nut dan kernel (30,1°C) dan pemurnian (31,5°C). Serta
risiko bahaya pencahayaan pada tahapan perebusan (253,8 Lux), pengepresan
(211,6 Lux), dan nut dan kernel (275,0 Lux).Upaya pengendalian pada risiko
bahaya yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan secara teknis telah dilakukan
pada ketiga risiko bahaya faktor fisik. Pengendalian administasi, dan APD telah
dilakukan pada risiko bahaya kebisingan dan iklim kerja.

Bagi perusahaan untuk mengoptimalkan upaya pengendalian risiko bahaya
faktor fisik. Pekerja lebih berhati-hati pada saat bekerja, dan meningkatkan
kesadaran dan ketaatan dalam menggunakan APD.

Kata kunci : Identifikasi bahaya, Pengendalian Risiko, Pabrik Minyak Kelapa
Sawit,
Kepustakaan : 22 (2002-2021)


Detail Information

Item Type
Penulis
Arifin, S.KM, M.Kes - Personal Name
Dr. Juanda, S.KM, M.Kes - Personal Name
FABILLAH PUTRI NASUTION - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Jurusan kesehatan lingkungan : Banjarbaru.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
022/KTI-KL-2022
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail