Pengaruh Variasi Waktu Pre-treatment Menggunakan MOL Air Nasi Basi terhadap Kecepatan Reduksi Sampah Organik oleh Larva Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens)

Detail Cantuman

File (Flashdisk)

Pengaruh Variasi Waktu Pre-treatment Menggunakan MOL Air Nasi Basi terhadap Kecepatan Reduksi Sampah Organik oleh Larva Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens)

XML

ABSTRAK

SKRIPSI
EKA NATANIA
PENGARUH VARIASI WAKTU PRE-TREATMENT MENGGUNAKAN
MOL AIR NASI BASI TERHADAP KECEPATAN REDUKSI SAMPAH
ORGANIK OLEH LARVA MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia
illucens)
(Dr. H. M. Irfa’i, S. ST., M.T , Yohanes Joko Supriyadi, S.KM., M.Kes)
xv + 64 Halaman + 5 Tabel + 17 Gambar + 7 Lampiran
Pengelolaan sampah organik masih menjadi permasalahan lingkungan
karena jumlahnya terus meningkat. Salah satu alternatif pengolahan yang ramah
lingkungan adalah biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF).
Pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) dari air nasi basi sebagai pre-treatment
diharapkan dapat memperbaiki karakteristik substrat sehingga lebih mudah dicerna
larva. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi waktu pre-treatment
menggunakan MOL air nasi basi terhadap kecepatan reduksi sampah organik oleh
larva BSF
Penelitian ini menggunakan rancangan true experimental dengan desain
post-test only with control group. Variasi waktu pre-treatment diuji, yaitu 0 hari, 2
hari, 4 hari, dan 6 hari, masing-masing dengan lima kali pengulangan. Setiap
kontainer berisi 1 kg sampah organik dan 2.000 ekor larva, sehingga total larva yang
digunakan sebanyak 40.000 ekor. Pengamatan dilakukan selama 7 hari terhadap
persentase reduksi sampah, suhu, kelembapan, dan pH. Analisis data menggunakan
uji Welch Anova.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh perlakuan mengalami peningkatan
reduksi sampah. Rata-rata persentase reduksi tertinggi pada hari ke-7 diperoleh
pada Perlakuan 0 hari (75,66%), diikuti Perlakuan 4 hari (71,68%), Perlakuan 6 hari
(71,5%), dan Perlakuan 2 hari (67,18%). Uji Welch Anova menunjukkan tidak
terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan (Sig. 0,130 > 0,05). Kondisi
lingkungan selama penelitian berada pada suhu 26,6–33,6°C, kelembapan 61,8–
69%, dan pH 4,96–6,92.
Disarankan agar masyarakat dapat mengolah sampah organik menggunakan
larva BSF tanpa memerlukan pre-treatment dengan MOL air nasi basi. Penelitian
lanjutan disarankan untuk mengkaji variasi dosis MOL, jenis MOL lain, dan jenis
substrat yang berbeda guna memperoleh hasil yang lebih optimal.
Kata Kunci : Sampah Organik, Pre-Treatment, MOL, Maggot, Black Soldier Fly
Kepustakaan : 47 (2011 – 2025)


Detail Information

Item Type
Penulis
Eka Natania - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Poltekkes Kemenkes Banjarmasin : Banjarbaru.,
Edisi
Subyek
No Panggil
001.4 EKA p
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail