SANITASI INDUSTRI DAN K3 PADA INDUSTRI MESIN DAN REPARASI DI PT. TJOKRO BERSAUDARA BANJARINDO KECAMATAN GAMBUT, KABUPATEN BANJAR TAHUN 2025

Detail Cantuman

File (Flashdisk)

SANITASI INDUSTRI DAN K3 PADA INDUSTRI MESIN DAN REPARASI DI PT. TJOKRO BERSAUDARA BANJARINDO KECAMATAN GAMBUT, KABUPATEN BANJAR TAHUN 2025

XML

ABSTRAK
KARYA TULIS ILMIAН
REVINNA SEPTIANY
SANITASI INDUSTRI DAN K3 PADA INDUSTRI MESIN DAN
REPARASI DI PT. TJOKRO BERSAUDARA BANJARINDO
KECAMATAN GAMBUT, KABUPATEN BANJAR TAHUN 2025
(Yohanes Joko Supriyadi, SKM, M.Kes dan Arifin, SKM, M.Kes)
114 Halaman + 5 Tabel + 16 Gambar + 10 Lampiran
PT. Tjokro Bersaudara Banjarindo yang berlokasi di Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, merupakan industri yang bergerak di
bidang perakitan, pemeliharaan, dan reparasi mesin serta peralatan mekanis.
Karakteristik pekerjaan yang melibatkan interaksi langsung dengan mesin berat dan
logam menimbulkan risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan gangguan
kesehatan. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan bahwa kondisi sanitasi
seperti fasilitas jamban, tempat cuci tangan, serta pengendalian kebisingan belum
sepenuhnya memenuhi standar kesehatan lingkungan kerja dan keselamatan kerja
(K3). Kondisi ini menjadi dasar perlunya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap
penerapan sanitasi industri dan aspek K3 di lingkungan kerja perusahaan tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptifdengan pendekatan observasi
langsung, wawancara terstruktur, dan pengukuran lapangan. Fokus kajian meliputi
alur produksi, kondisi sanitasi (jamban dan fasilitas cuci tangan), parameter
lingkungan kerja (kebisingan), serta identifikasi potensi bahaya fisik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas sanitasi masih belum sesuai
standar, seperti kurangnya jumlah jamban dan minimnya privasi pada fasilitas cuci
tangan. Selain itu, tingkat kebisingan pada beberapa titik melebihi ambang batas
yang ditetapkan, yaitu 85 dBA. Potensi bahaya fisik juga ditemukan hampir di
seluruh tahapan proses kerja, terutama pada aktivitas pembubutan, pengelasan, dan
pemotongan logam. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan peningkatan
upaya pengendalian risiko, perbaikan sarana sanitasi, serta pelatihan dan
pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD) secara konsisten bagi seluruh
pekerja.
Kata kunci: Sanitasi industri, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), kebisingan,
potensi bahaya fisik, mesin dan reparasi.
Kepustakaan: 33 (2014-2024)


Detail Information

Item Type
Penulis
REVINNA SEPTIANY - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Poltekkes Kemenkes Banjarmasin : Banjarbaru.,
Edisi
Subyek
No Panggil
001.4 REV s
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail