Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penjamah Makanan dengan Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures) Pada Dapur SPPG di Kecamatan Banjarbaru Selatan

Detail Cantuman

File (Flashdisk)

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penjamah Makanan dengan Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures) Pada Dapur SPPG di Kecamatan Banjarbaru Selatan

XML

ABSTRAK

SKRIPSI
RABIATUL ADAWIYAH
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penjamah Makanan dengan Penerapan
SSOP (Sanitation Standard Operating Procedures) Pada Dapur SPPG di
Kecamatan Banjarbaru Selatan
(Dr. H. M. Irfa’i, S.ST., M.T dan Erminawati, S.Pd., M.Pd)
xvi + 93 Halaman + 17 Tabel + 2 Gambar + 26 Lampiran
Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam mencegah penyakit
bawaan makanan, terutama pada dapur skala besar seperti SPPG. Tingginya kasus
keracunan makanan menunjukkan bahwa penerapan higiene dan sanitasi masih
menjadi tantangan. Penerapan SSOP merupakan salah satu upaya dalam menjamin
keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
pengetahuan dan sikap penjamah makanan dengan penerapan SSOP pada tahap
persiapan, pengolahan, pemorsian dan pencucian ompreng pada dapur SPPG di
Kecamatan Banjarbaru Selatan.
Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan
pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tiga dapur SPPG dengan
jumlah sampel 54 penjamah makanan dari total populasi 116 orang yang dipilih
menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui
kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s
Exact dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dengan penerapan SSOP (p=1,000) dan sikap dengan
penerapan SSOP (p=0,091) pada tahap persiapan. Tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara pengetahuan dengan penerapan SSOP (p=0,295) dan sikap dengan
penerapan SSOP (p=0,487) pada tahap pemorsian. Serta tidak dapat melakukan uji
statistik hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan SSOP pada tahap
pengolahan dan pencucian ompreng karena data bersifat konstan.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap
yang baik tidak menjadi penentu utama dalam kepatuhan penerapan SSOP.
Kepatuhan yang tinggi pada penjamah makanan tetap dapat terbentuk meskipun
tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan dan sikap penjamah
makanan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, pembinaan, serta
penelitian lanjutan terkait faktor lain yang memengaruhi kepatuhan terhadap SSOP.
Kata Kunci : Keamanan Pangan, SSOP, Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan
Kepustakaan : 54 (1991-2025)


Detail Information

Item Type
Penulis
Rabiatul Adawiyah - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Poltekkes Kemenkes Banjarmasin : Banjarbaru.,
Edisi
Subyek
No Panggil
001.4 RAB h
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail