<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="1842">
<titleInfo>
<title><![CDATA[“HUBUNGAN ANEMIA DAN KEK PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR”]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEWI DAHLIANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Angka Kematian Neonatal di Kalimantan Selatan (2019) penyebab tertingginya yaitu BBLR sebanyak 226 kasus dengan secara keseluruhan tertinggi berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 41 kasus dan Hulu Sungai Utara sebanyak 30 kasus. BBLR juga dapat disebabkan oleh faktor Anemia dan KEK pada Ibu Hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Anemia dan KEK Pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR.  Metode penelitian ini menggunakan metode Studi Literature. Analisa yang digunakan Analisis Deskriptif dengan mengambil tujuh jurnal yaitu 5 jurnal Nasional dan 2 jurnal Internasional. Hasil dari penelitian 7 jurnal didapatkan BBLR sebanyak (16,7% - 96,8%). Anemia sebanyak (53% - 81,3%), KEK sebanyak (16,7% - 96,8%), Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan Anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p = 0,001; 0,000; 0,012; 0,000), hubungan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (p = 0,000; 0,023; 0,001; 0,001; 0,001). Kesimpulan penelitian dari 7 jurnal yaitu ada hubungan antara Anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR disarankan untuk meningkatkan pada pelayanan kesehatan terkhusus pelayanan di KIA, agar lebih dalam memberikan informasi tentang BBLR saat pemeriksaan kehamilan supaya ibu hamil tersebut bisa melakukan pencegahan secara dini.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Kejadian anemia dan KEK paada ibu hamil]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[618.5]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Poltekkes Kemenkes Banjarmasin]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[Bid 618.5 2021]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[BID0081SKP]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[Bid 618.5 2021]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[1842]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-12-22 12:13:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-12-23 11:30:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>